TUMBAL PERSUGIHAN HARIMAU KUMBANG PENUNGGU GUA CAMANG
Oleh : Deni Setiawan
Mereka yang memuja persugihan ini saat mati kuburannya akan didatangi harimau kumbang penghuni Gua Camang. Hewan siluman bertubuh hitam legam itu akan membawa mayatnya pergi.
Malam itu adalah malam Jumat kliwon. Lima pemuda sedang mencari jangkrik untuk digoreng sebagai lauk makan. Memang, sudah menjadi tradisi setiap musim jangkrik para penduduk Desa Cidahu di lereng Gunung Melinting berbondong-bondong atang ke hutan dengan penerangan lampu patromak.
Kelima pemuda tersebut adalah penduduk Desa Cidahu. Karena asyiknya mencari jangkrik, mereka telah sampai di lereng Gunung Melinting yang tekenal keangkerannya. Gunung itu adalah tempat yang biasa digunakan untuk ngelap berkah bagi orang-orang pemuja persugihan. Disana terdapat sebuah makam tua keramat yang tekenal dengan nama Makam Mbah Kumbang.
Menurut cerita para orang tua dahulu. Mbah Kumbang dulunya juga manusia yang terkenal kaya raya. Dia adalah seorang saudagar yang memiliki kesaktian untuk menaklukan harimau. Konon, harimau piaraan Mbah Kumbang itu seringkali menampakkan diri di perkampungan penduduk.
Banyak orang mengatakan, orang-orang yang semasa hidupnya memuja Mbah Kumbang jika meninggal jasadnya akan menjadi santapan harimau kumbang piaraannya, dan jiwanya akan menjadi roh gentayangan.
Jika ada orang yang meninggal sudah bisa dipastikan penduduk Desa Cidahu yang ada disekitas Gunung Melinting tidak berani keluar rumah karena takut kalau berpapasan dengan harimau Mbah Kumbang yang sedang membawa jenazah orang yang dulunya meminta persugihan kepadanya.
Menurut beberapa orang yang pernah melihat harimau kumbang tersebut, saat sedang membawa jenazah orang yang dulunya memuja persugihan kepadnaya, cara membawanya adalah dengan cara digendong dan berjalan hanya dengan tiga langkah saja. Karena kaki yang satunya digunakan untuk memegang jenazah, dan ekornya digunakan untuk mengikat agar jenazahnya tidak jatuh.
Namun malam itu, kelima pemuda tersebut, begitu pemberani. Mereka sama sekali tidak mempercayai keberadaan harimau kumbang siluman piaraan Mbah Kumbang. Mereka tetap mencari jangkrik disekitar makam Mbah Kumbang. Rohmat, adalah salah satu dari kelima pemuda yang mencari jangkrik disekitar makam keramat. Malam itu kebetulan Rohmat memakai jam tangan. Setelah melihat jam tangan dipergelangan tangannya dan melihat teman-temannya untuk beristirahat disamping makam Mbah Kumbang sambil menikmati roti sebagai bekal mereka.
Samsir, salah seorang pemuda lainnya, menggoyang-goyangkan bayu nisan Mbah Kumbang sambil tertawa cekikikan. Anehnya, tidak lama kemudian datang seseoran yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Lelaki itu bertubuh tinggi besar dengan kimis yang tebal dan ikat kepala berwarna hitam dan juga pakaian yang secara keseluruhan berwarna hitam. Lelaki itu mendekati Rohmat dan teman-temannya. Tentu saja Rohmat dan teman-temannya menjadi bingung, karena tidak tahu dari mana lelaki aneh itu datang.
Lelaki misteri itu sepertinya muncul dengan tiba-tiba. Yang lebih membuat Rohmat dan teman-temannya ketakutan, lelaki misterius itu memiliki bulu di tangannya seperti bulu yang dimiliki seekor harimau.
“Sedang mencari apa kalian disini, Nak?” tanya seorang misterius itu dengan suara beray dan sedikit bergetar.
“Sedang mencari jangkrik, Pak!” jawab Rohmat dengan suara gugup, karena lelai itu duduk persis disampingnya.
“Lain kali jangan mencari jangkrik disini. Jujur saja, raja kami merasa terganggu dengan ulah kalian,” kata lelaki aneh itu penuh dengan teka-teki.
Mendengar pernyataan lelaki itu, Rohmat dan keempat temannya langsung lari terbirit-birit. Bagaimana tidak! Tidak lama setelah lelaki itu selesai bicara, tubuhnya yang gagah mendadak berubah wujud menjadi harimau kumbang hitang yang begitu besar. Begitu takutnya mereka, Rohmat dan teman-temannya masih terus berlari tanpa sempat membawa jangkrik dan lampu petromak. Cukup jauh jaraknya ke jalan yang beraspal. Beberapa kali mereka terjatuh karena jalan cukup licin, akibat siangnya hujan turun dengan lebatnya.
Keesokan harinya, Rohmat dan teman-temannya langsung menceritakan kejadian yang mereka alamai kepada orang-orang kampung. Tentu saja orang-orang yang mendengarnya malah tertawa terpingkal-pingkal. Maklum, mereka sudah tahu sebelumnya tentang keanehan yang dialami kawanan Rohmat itu.
Berita tentang Rohmat dan teman-temannya sudah tersebar ke pelosak Desa Cidahu dan semakin memperkuat keyakinan dalam masyarakat bahwa harimau kumbang siluman Gua Camang memang ada.
Pengalaman tersebut memang tidak hanya dialami oleh Rohmat dan teman-temannya saja, tapi sebelumnya sudah banyak penduduk Desa Cidahu yang mengalami pengalaman tak lazim seperti itu. Pak Guntur mengaku pernah berpapasan dengan harimau kumbang yang sedang membawa jenazah. Akibatnya Pak Guntur jatuh pingsan dan baru sadar pagi harinya.
Harimau kumbang siluman jika sedang membawa jenazah tidak hanya satu ekor saja, tapi bisa tiga ekor. Yang satunya berjalan didepan sebagai penunjuk jalan dan yang berada ditengah sebagai pembawa jenazah, dan yang satunya berjalan dibelakang bertugas sebagai pengawal.
* * *
Sebulan setelah peristiwa yang menimpa Rohmat, Pak Kardin mengalami kejadian yang sangat aneh dan mengerikan. Malam itu ia nekat mengintip bagaimana caranya harimau kumbang itu jika sedang mengambil jenazah dari lubang kuburan. Menurut cerita, harimau kumbang itu jika sedang mengambil jenazah adalah dengan cara disembah, lalu jenazah itu sperti terangkat ke atas dan muncul dari dalam kuburan dengan sendirinya.
Rencana nekad Pak Kardin bermula dari meninggal dunianya Mbah Purwo karena sakit tua. Kabar yang tersiar di seantero Desa Cidahu, Mbah Purwo semasa hidupnya pernah mencari persugihan ke tempat Mbah Kumbang. Dengan ditemani beberapa temannya, Pak Kardin tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melihat bagaimana reaksi harimau kumbang siluman itu pada saat mengambil jenazah.
Pada malam kedua, setelah jenazah Mbah Purwo dimakamkan, Pak Kardin, Rohmat, Samsir dan Juwono bersiap berangkat ke pemakaman umum Desa Cidahu untuk melihat harimau kumbang siluman itu melakukan aksinya. Malam kian larut. Suasana yang gelap dari rimbunan dedaunan semakin membuat areal kuburan itu kian menakutkan. Apalagi malam itu hujan turun rintik-rintik. Rohmat berjalan ditengah, sementara Pak Kardin berjalan paling depan dengan langkah pasti.
Ketika Rohmat melirik jam tangan dipergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Pak Kardin memilih pohon kamboja yang paling besar disebelah kuburan Mbah Purwo. Mereka berempat lantas memanjat pohon kamboja berdaun rindang tersebut. Sudah hampir satu jam lamanya mereka menunggu diatas pohon kamboja, tapiharimau kumbang siluman itu belum muncul juga. Ketika Pak kardin baru saja buang air kecil, tiba-tiba saja muncul tiga ekor harimau kumbang bertubuh besar dari arah jalan masuk.
Dengan hati yang berdebar-debar akhirnya mereka melihat apak yang dilakukan oleh ketiga harimau kumbang siluman itu. Mulanya harimau kumbang itu mengendus-endus makam yang masih baru tersebut, sementara yang dua ekor lagi terus mengitari makam dan yang satunya lagi seperti sedang menyembah.
Aneh, tiba-tiba saja dari dalam kuburan tersebut muncul jenazah yang masih lengkap dengan kain kafannya. Bau busuk begitu menyengat hidung yang berasal dari jenazah langsung menebarkan aroma yang memuakka isi perut.
Tidak lama kemudian, salah satu dari harimau kumbang siluman itu mengendong jenazah yang muncul dari dalam kuburan yang masih baru itu. Seekor harimau kumbang membawa jenazah dengan cara digendong, sementara salah satu kakinya depannya digunakan untuk mengikat jenazah dan ekornya digunakan untuk memegang jenazah agar tidak jatuh. Seekor harimau lainnya berjalan lebih dulu meninggalkan kuburan dan terus diikuti harimau yang membawa jenazah. Sementara yang satu ekornya lagi di belakang bertugas sebagai pengawal.
Saking takutnya, Rohmat sampai menggigil dan tubuhnya tidak bisa bergerak. Sementara Pak Kardin dan dua orang temannya hanya duduk terpaku diatas pohon. harimau kumbang siluman itu sudah meninggalkan kuburan sambil membawa jenazah Mbah Purwo.
Setelah harimau kumbang siluman yang membawa jenazah itu pergi, Pak Kardi, Rohmat, Samsir, dan Juwono segera turun dari pohon dan langsung meninggalkan kuburan. Sialnya, baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba mereka melihat sesosok bayangan tinggi besar yang menatap mereka dengan mata menyala terang dan berwarna merah kekuningan. Tanpa pikir panjang lagi mereka langsung lari terbirit-birit menuju rumah Pak Kardin.
Sesampainya dirumah pak Kardin, Rohmat dan kedua temannya jatuh tersungkur seperti kehabisan tenaga. Tapi setelah diberi air minum, ketiga pemuda itu langsung sadar kembali. Dua hari kemudian, banyak orang ramai membicarakan ada yang menemukan potongan kain kafan di tengah jalan dekat areal pemakaman umum, Desa Cidahu. Dan menurut orang-orang sobekan kain kafan itu milik jenazah orang yang dibawa harimau kumbang siluman dan terjatuh dijalanan.
Sejak pengalamannya dikuburan, Rohmat dan teman-tamannya mempercayai keberadaan harimau kumbang siluman penunggu Gua Camang. Namun Rohmat tetap tidak akan mempercayai bahwa Gua Camamg adalah tempat untuk mencari kekayaan.
Memang benar, banyak orang-orang yang datang dari luar daerah untuk ngalap berkah ke Gunung Melinting. Konon, setelah mendatangi Gua Camang dan berdoa dimakamkeramat, hidup mereka jadi melimpah dengan harta kekayaan. Entahlah ... !
Pelet Bulu Perindu
Pelet Dari Jarak Jauh Nan Ampuh
Gebetan Anda Kembali Rindu Lagi, Tanpa ritual
Klik di sini
Pesan WhatsApp: 62895-35644-0040 Bersponsor
Pelet Dari Jarak Jauh Nan Ampuh
Gebetan Anda Kembali Rindu Lagi, Tanpa ritual
Klik di sini
Pesan WhatsApp: 62895-35644-0040 Bersponsor
>